PUFAN PATIN CILANGKAP

PUFAN PATIN CILANGKAP
PUSAT BUDIDAYA DAN JUAL BELI IKAN PATIN DI JAKARTA

Sejarah Ikan Patin

Posted by PUFAN PATIN CILANGKAP Monday, April 4, 2016 0 comments
Ikan Patin adalah jenis ikan air tawar  yang mendiami kawasan-kasawan sungai dan lombong-lombong. Dalam dunia perikanan dan juga dunia jasaboga, ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah. Rasa dagingnya lezat dan gurih mengakibatkan harga jualnya tinggi. Di alam ikan ini panjangnya bisa mencapai 1,2m. dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35cm-40cm. 

A.   Klasifikasi ikan Patin
Klasifikasi ikan patin sabagai berikut 
  • Alam        : Haiwan
  • Filum        : Bertulang Belakang
  • Kelas         : Actiopterygii
  • Ordo          : Siluriformes
  • Keluarga    : Pangasidae
  • Genus        :  Pangasius
  • Spesies      :  Pangasius hypophthalmua 


B.   Morfologi ikan Patin
Ikan patin memiliki badan memanjang berwarna putih seperti perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 120cm, suatu ukuran yang cukup besar untuk ukuran ikan air tawar domestik. Kepala ikan patin relatif kecil dengan mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah hal ini merupakan ciri khas golongan catfish.pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

Sirip punggu memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patinyang bergerigi dan besar di ebelah belakangnya. Sementara itu, jari-jari lunak sirip pun ggung terdapat enam atau tujuh buah. Pada punggungnya terdapat sirip lemak yang berukuran kecil sekali. Adapun sirip ekornya membentuk cagak dan bentuknya simetris. Ikan patin ini tidak memiliki sisik. Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak, sedangkan sirip perutnya memiliki enam jari-jari keras yang berubah menjadi senjata yang dikenal sebagap patil.


C. Manfaat ikan patin bagi kesehatan
Manfaat  ikan patin bagi kesehatan ditandai dengan adanya kandungan yang lemak lebih rendah dibandingkan ikan jenis lain, terutama dua asam lemak esensial DHA yaitu kira-kira sebesar 4,74 % dan EPA yaitu kira-kira sebesar 0,31 %. Kedua jenis omega-3 asam lemak ini biasanya dihasilkan dari jenis ikan yang hidup di air dingin seperti ikan salmo, ikan tuna, dan ikan sarden. Kadar lemak total yang terkandung dalam daging ikan patin adalah sebesar 2,55 % sampai dengan 3,42 %, dimana asam lemak tak jenuh nya adalah di atas 50 %. Asam oleat adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang paling banyak terkandung di dalam daging ikan patin yaitu sebesar 8,43 %.


D. Kandungan ikan patin
Berdasarkan hasil dari penelitian, kandungan gizi di dalam ikan patin yang berupa lemak tak jenuh (USFA sebesar 50 %) sangatlah bagus untuk mencegah terjadinya resiko penyakit Kardiovaskular. Lemak tak jenuh juga bermanfaat untuk menurunkan besarnya kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang terkandung di dalam darah sehingga dapat mencegah dan mengurangi terkena penyakit jantung koroner. Jika di lihat dari rendahnya kadar kolesterol yang terkandung dalam daging ikan patin ( 21-39mg/100 gram), maka manfaat ikan patin sangatlah bagus bagi anda yang sedang menjalankan program diet karena bisa mengurangi asupan kolesterol harian di dalam menu makanan kamu.


E. Sifat-sifat biologis ikan patin
Ikan patin bersifat nokturnal (aktivitasnya dilakukan dimalam hari) sebagaimana umumnya ikan catfish lainnya. Selain itu, patin suka bersembunyi di dalam liang-liang ditepi sungai habitat hidupnya. Yang membedakan ikan patin dengan ikan catfish pada umunya : sifat patin yang termasuk omnivora atau golongan ikan pemakan segalanya. Di alam, makanan ikan ini antara lain ikan-ikan kecil lainnya, cacing, detritus, serangga, biji-bijian. Udang-udang kecil, dan moluska.

Ikan patin termasuk ikan dasar. Hal ini bisa dilihat dari bentuk mulutnya yang agak ke bawah itu. Habitatnya hidup disungai-sungai dan muar-muara sungai tersebar di Indonesia, India, dan Myanmar. Daging ikan patinini sangat gurih dan lezat sehingga terkenal dan sangat digemari oleh mesyarakat. Kalau di alam ikan perkumpul di tepi-tepi sungai besar pada akhir musim penghujan atau sekitar bulan April sampai Mei. Alat yang dipergunakan adalah seser yaitu semacam jala yang di peregang dengan sepasang bilah bambu. Pengoperasinya dengan cara mendorong atau menyeserkannya ke arah depan. Waktu penangkapannya menjelang fajar karena pada saat itu anak-anak patin umumnya berenang bergerombol dan sesekali muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen dari udara langsung.

F. Kerabat Ikan Patin
Kerapat dekat ikan patin ada Indonesia umumnya memiliki ciri-ciri keluarga Pangasidae pada umumnya, yaitu bentuk badannya sedikit memipih, tidak bersisik atau sisiknya halus sekali. Mulutnya kecil dengan 2-4 pasang sungut peraba. Terdapat patil pada sirip punggung san sirip dadanya. Sirip duburnya panjang dimulai dari belakangdubur hingga sampai pangkal sirip ekor. Konon kerabat ikan Patin di Indonesia terdapat cukup banyak, di antaranya Pangasius polyuranodo (ikan juaro), Pangasius macronema (ikan rios, ikan riu,ikan lancang), Pangasius micronemus (wakal, riuscaring), Pangasius nasutus (pedado), Pangasius nieuwenhuisii (lawang). Dibawah ini penjelasan ringkasan tentang kerabat ikan patin sebagai berikut :

1. Pangasius polyuranodo : 
Ikan ini dikenal juga dengan sebutan ikan juaro. Tubuhnya berwarna putih seperti mutiara dengan punggung kehitam-hitaman. Bentuk tubuhnya tinggi dengan sirip punggung memiliki tujuh jari-jari lunak dan dua buah jari-jari keras yang salah satu di antara menjadi senjata yang sangat ampuh berupa patil yang sangat kuat. Sirip lemak pada punggungnyakecil sekali, sementara sirip ekornya bercagak simetris. Sirip duburnya panjang dan memiliki 35-40 jari-jar lunak. Sirip perut memiliki enam buah jari-jari lunak, sedangkan sirip dada memiliki 12-13 jari-jari lunak dan sebuah jari-jari keras yang sangat kuat yang juga berfungsi sebagai patil. Di dekat lubang hidungnya terdaat sungut peraba dari rahang atas yang berpangkaldi sudut mulut dan ujungnya sampai di pangkal sirip dada. Sungut peraba pada rahang bawah pendek. Panjang tubuh dapat mencapai 50cm, hidungnya di sungai-sungai. Penuebarannya di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Thailand. 

2. Pangasius macronema
Ikan ini memiliki sungut yang lebih panjang daripada kepala. Gigi veromine terpisah-pisah, terdapat 37-45 sisir saring tipis pada lengkung insang pertama. Garis di tangah badandan pada perut jelas terpisah di awal sirip dada. Penyebaran ikan ini meliputi daerah Jawa, Kalimantan, dan Indocina.

3. Pangasius micronemus
Ikan ini memilikigigi veromine terpisah atau bertemudi satu titik, matanya sangat besar (kira-kira seperempat panjang kepala), moncong berbentuk segi, cuping rahang bawah memanjang daripada membulat, tonjolan tulang lengan pada pangkal sirip dada sangat pendek. Sungut rahang atas memanjang sampai pinggiran belakangmata atau melampauinya.terdapat 13-16 sisir saring pada lengkung insang pertama. Ikan ini terdapat di Kepulauan Sunda dan Thailand.

4. Pangasius nasutus
Moncong ikan ini bentuknya runcing tajam dan sangat mencolok. Kumpulan gigi veromine lebarnya tiga kali panjangnya. Matanya sangat kecil (enam kali lebih pendek daripada panjang kepala) dan terletak di atas gari sudut mulut. Jumlah jari-jari siripdubur relatif sedikit. Ketika mulutnya tertutup,gigi-gigi rahang atas terlihat semua. Penyebaran ikan ini di Sumatra, Kalimantan, dan Malaysia.

5. Pangasius nieuwenhuisii
Gigi veromine dan palatine atau dalam bidang lebar. Tonjolan tulang lengan pada pangkal sirip dada memanjang sampai dua pertiga atau tiga perempat jaraknya dari ujung sirip dada. Moncongnya meruncing. Penyebaran ikan ini di Kalimantan Timur.







TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Sejarah Ikan Patin
Ditulis oleh PUFAN PATIN CILANGKAP
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.pufanpatincilangkap.com/2016/04/sejarah-ikan-patin.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Copyright @ JUAL BIBIT IKAN PATIN BERKUALITAS.