PUFAN PATIN CILANGKAP

PUFAN PATIN CILANGKAP
PUSAT BUDIDAYA DAN JUAL BELI IKAN PATIN DI JAKARTA

Budidaya Ikan Botia ( Chromobotia Macracanthus)

Posted by PUFAN PATIN CILANGKAP Friday, May 6, 2016 0 comments
Upaya pemijahan ikan ini baru dapat berhasil pada tahun 2004 oleh para peneliti dari Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar Depok yang telah berkerja keras selama hampir 10 tahun. Keberhasilan ini juga banyak dibantu oleh peralatan dan para ekspert dari Perancis (IRD, Institute de Recherce le pour Developpement) yang sejak saat itu mengadakan kerja sama penelitian ikan-ikan air tawar.

Sebenernya pemijahan ikan ini tidaklah terlalu sulit dalam pengerjaannya, seperti hal nya ikan lain yang dipijahkan dengan cara buatan. Induk yang telah matang gonad disuntik dengan hormon, kemudia sesudah waktunya dapat di striping baik jantan maupun betina. Pembuahan dilakukan dengan mencampurkan telur dan sperma yang telah dikeluarkan dalam satu wadah. Penetasan telur dalam tempat corong dengan suhu yang diusahan stabil. Pemeliharaan larva dapat dilakukan dalam akuarium atau bak dengan pakan tetasan artemia pada mulanya kemudian cacing atau pelet halus sesudah cukup besar. Dalam hal cara atau teknik emang tidak ada yang spesial dalam pemijahan buatan ikan ini. Tetapi diperlukan ketelitian dan ketepatan dalam setiap proses kegiatan yang harus dipenuhi untuk keberhasilannya.


ADAPTASI DALAM PEMELIHARAAN INDUK MEMERLUKAN WAKTU YANG LAMA

Ikan botia terutama induk dalam pemeliharaan ditempat budidaya amat mudah stres. Lendir yang keluar apabila mengalam stres amat banyak dan dapat berdampak pada kematiannya karena insang tertutup lendir itu. Penanganan harus hati-hati, tempat pemeliharaan harus sangat teduh, malah sedikit gelap lebih baik, dengan area yang tenang tidak banyak lalu lalang orang. 

Tempat pemeliharaan dapat berupa bak, fiberglas atau tempat lain. Yang penting agak longgar, tidak terlalu padat untuk ukuran 80-150 gram dapat dipelihara 8-10 ekor/m2. Bak dilengkapi tutup agar tidak banyak sinar yang masuk, atau tempatkan di tempat tertutup. Untuk menjaga kualitas air paling bagus dilengkapi dengan filter. Karena induk masih didatangkan dari alamnya makan diperlukan adaptasi. Adapatasi butuh waktu yang lama, apabila untuk dapat matang gonad atau bertelur membutuhkan paling tidak satu tahun baru dapat berhasil. Adaptasi dalam hal pakan juga memerlukan perhatian dan kesabaran agar mau makan pakan yang diberikan. Variasi pakan harus dibuat agar asupan gizi dapat cukup untuk membuat kualitas telur menjadi bagus. Cacing darah, cacing sutera, cacing tanah, dan pelet dapat diberikan bergantian. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan pergantian air secara teratur agar terjaga selalu baik dan optimal. 


SELEKSI INNDUKAN UNTUK DIPIJAHKAN HARUS BENAR-BENAR YANG TELAH MATANG GONADNYA

Induk yang akan dipijahkan dengan cara disuntik hormon harus benar-benar pada kondisi yang matang gonad. Berdasarkan penelitian induk yang dapat dipijahkan dengan baik adalah betina berukuran lebih dari 80 gram dan jantannya lebih dari 40 gram. Seleksi pertama dikerjakan dengan memilih induk betina yang perutnya gendut. Pisahkan ke tempat atau wadah lain, dalam bak atau akuarium. Induk jantan yang lebih langsing dapat dilihat dengan pengurutan sedikit pada perutnya. Apabila keluar cairan putih yaitu sperma maka indukan dapat dipisahkan. Seleksi selanjutnya dari induk betina dengan kalan pengambilan sampe telur (oosit), dengan kanulasi atau kateterasi. Sebelum dilakukan kateterasi, bius dulu dengan 0,4 ml/L phetanox aetanol. Ambil contoh telur, masukkan ke petri yang berisi larutan garam fisiologis (NaCL 0,9%), sementara untuk mengtahui stadiumnya dapat memasukkannya kedalam larutan serra (campuran larutan asam asetat, formalin dan alkohol 70% 1:1:1). 
Diameter telur dapat diukur dengan mikrometer (dalam binokuler). Apabila ukuran sudah mencapai 1.2mm ikan sudah dapat diperlakukan dengan stimulasi/ rangsangan hormon. Tanda lain adalah telur sudah berwarna abu-abu, dan saling ter-pisah. Dengan larutan serta inti telur akan kelas kelihatan, sehingga kedudukannya memberikan indikasi stadiumnya dapat ditentukan. Bila inti sudah mulai bergerak menepi makan sel telur ini sudah siap untuk diperlakukan. 


CARA PENYUNTIKAN HORMON UNTUK MERANGSANG PEMIJAHAN

Setelah induk diseleksi dan diperiksa, perlakukan stimulasi induksi dengan hormon dapat dilakukan. Hormon yang digunakan adalah hormome gonadotropin dan yang sudah banyak digunakan dan banyak dijual yaitu produk dari syndell laboratories, Canada denga lama dagang "Ovaprim" dapat pulang divariasikan dengan HCG dosis 500iu. 
Induk betina disuntik dengan kadar 1,0 mL/kg berat badan sebanyak dua kali. Suntikan pertama adalah 0,4mL/kg dan yang kedua adalah 0,6mL/kg, dengan interval 6 jam. Induk jantan dengan kadar 0,6 mL/kg hanya dilakukan satu kali bersamaan penyuntikan pertama induk betina. Spuit atau syringe digunakan yang berukuran 1,0mL atau 0,5mL dengan jarum kecil agar hormon benar-benar dapat masuk ke tubuh ikan. Biasanya penyuntikan dilakukan sore hari jam 17.00 untuk pertama dan jam 23.00 untuk yang kedua. Bila dengan HCG maka penyuntikan dilakukan pada pertama dengan HCG jam 24.00 dan suntikan kedua ovaprim jam 24.00 hari berikutnya (interval 24 jam) 


PENGELUARAN TELUR DAN SPERMA SERTA FERTILISASI BUATAN

Pengeluaran telur dan sperma dilakukan dengan cara "stripping" atau pengurutan. Waktu laten yaitu jarak antara saat penyuntikan kedua dan ovulasi pada induk betina adalah 13/20 jam tergantung dari suhu air media pemeliharaan (26-29 derajat celcius)
Pengeluaran sperma dilakukan terlebih dahulu untuk mengumpulkan spermanya. Spuit tanpa jarum digunakan untuk nyedot sperma yang dikeluarkan dengan cara mengurut perut induk perlahan-lahan. Sperma diusahakan tidak terkontaminasi dengan air maupun urin (air kencing) dari ikannya. Koleksi sperma kemungkinan diencerkan dengan garam fisiologis (NaCl 0,9%) dengan perbandingan 1:4, dan dikocok sampai merata. Simpan di tempat yang dingin salam termos es. Untuk memastikan keaktifan atau motalitas sperma dapat dilihat dibawah mikroskop dengan mengambil contoh sedikit sperma yang ditetes air, dengan pembesaran 40 kali sudah tampak jelas. Apabila sperma tampak aktif maka dapat digunakan. 
Stripping induk betina dengan jalan yang sama dengan induk jantan. Dihindari pula telur terkintaminasi dengan air, urine maupun kotoran ikan. Induk betina yang sudah siap umumnya pengeluaran telur terasa ringan saat diurut. Bila masih berat dapat ditunggu beberapa saat sampai terasa ringan. Wadah untuk koleksi telur dapat berupa mangkok, piring plastik ataupun petri asalkan licin (tidak kasar), agar tidak merusak telur. Jumlah telur botia dengan indukan sekitar 60-150 gram antara 1.500-15.000 butir. 
Fertilisasi atau pembuahan buatan dilakukan dengan mencampur telur dan sperma. Dengan spuit sperma dapat dilacampur atau disemprotkan keatas telur dengan merata, kemudian tambahkan air secukupnya. Campurkan sampai merata dengan cara digoyang-goyangkan sekitar 1 menit. Telur botia tidak terlalu banyak, dengan cara demikian sperma sudah dapat tercampur dengan merata. Setelah itu telur dapat dicuci bersih dengan air dan siap untuk ditetaskan (inkubasi)


PENETASAN ATAU INKUBASI TELUR

Penetasan telur yang sudah dibuahi atau inkubasi telah dicobakan dalam berbagai tempat/wadah dan media. Wadah berbentuk corong, dengan air yang sudah "tua" yaitu air yang sudah menginap lebih dari 48 jam dengan aliran sedang yang cukup baik hasilnya. Daya tetas telur dalam wadah iji mencapai kira-kira 70% dalam kepadatan 100 butir/liter. Telur akan menetas sekitar 19 jam kemudian pada suhu 25-27 Celcius Derajat. Yolk sebagai pakan cadangan larva yang baru menetas akan habis sekitar 4 hari, sehingga ukur 3-3,5 hari sebaiknya sudah mulai diberi pakan. 


PEMELIHARAAN LARVA DAN KUALITAS AIR 

Pemeliharaan larva yang dilakukan dalam akuarium dengan sistem resirkulasi atau air stagnan dengan hapa halus didalam bak hasilnya sama baik. Pemberian pakan adalah nauplii Artemia tetasan 24-36 jam, menghasilkan pertumbuhan baik. Pakan lain seperti Rotifera yang pernah dicobakan pertumbuhan larvanya kurang cepat walaupun kematiannya tidak banyak. Sampai sekitar 15 hari pemeliharaan dan mencapai 70-85 % dari larva tebaran 4 hari atau sehari sesudah malam Artemia. Suhu dijaga antara 26-29 Derajat Celcius dan pH antara 6,5-7,0. Pemeliharaan larva sampai menjadi benih ukuran 2,5cm atau 1 inci yaitu ukuran siap dijual memerlukan waktu antara 30-45 hari.


sumber: Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar Depok


BACA JUGA ARTIKEL INI

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Budidaya Ikan Botia ( Chromobotia Macracanthus)
Ditulis oleh PUFAN PATIN CILANGKAP
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.pufanpatincilangkap.com/2016/05/budidaya-ikan-botia-chromobotia.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Copyright @ JUAL BIBIT IKAN PATIN BERKUALITAS.