PUFAN PATIN CILANGKAP

PUFAN PATIN CILANGKAP
PUSAT BUDIDAYA DAN JUAL BELI IKAN PATIN DI JAKARTA

BOTIA Si "belang" Cantik Untuk Akuarium

Posted by PUFAN PATIN CILANGKAP Monday, August 15, 2016 0 comments
Bagi hobiis ikan hias terutama ikan air tawar, nama botia sudah tidak asing lagi.  Walaupun tidak seterkenal arwana tetapi si "belang" dengan warna kuning  dengna pita melintang hitam dan sirip oranye ini amat umum dan terkenal untuk isi akuarium.  Selain warnanya yang cantik,  bentuk badannya yang seperti torpedo juga amat menarik. Perangainya unik,  lucu dan agak pemalu.  Sifatnya yang damai dengan penghuni akuarium lain,  memungkinkan dapat dicampur dengan ikan-ikan lain.  
Untuk memiliki botia tidak harus merogoh kocek terlalu dalam-dalam,  karena harganya tidak terlalu mahal.  Ukuran 5cm harganya hanya berkisar lima belas ribu rupiah saja,  makin besar memang harganya makin mahal, tetapi tidak sampai ratusan ribu rupiah.



IKAN ASLI INDONESIA

Spesies yang nama daerahnya disebut sebagai ikan macan,  bajubang atua langli botia ini merupakan tata nama dalam Nomenklatur oleh bleeker tahun 1852 dinamai botia macracanthus,  tetapi oleh kottelat tahun 2001 direvisi menjadi Chorombotia macracanthus ("Chrom" artinya berwarna).  Termasuk dalam famili Cobitidae,  Sub Ordo Cyteichthyes.  Masih banyak  sebenarnya jenis lain seperti botia hymenophysa yaitu botia yang sesuai warna nya disebut botia hijau yang juga menghuni perairan Sumatera bagian Selatan,  Botia lokahata yang berwarna perak dengan belang hitam dikenal dengan botia india karena memang berasal dari sana.  Botia modesta dari kamboja berwarna kekuningan dengan belang-belang hitam.

Namun demikian yang paling terkenal dan paling cantik memang botia macracanthus ini.  Sampai para eksportir ikan selalu menempatkan gambar botia dikartu nama atau logo kop suratnya untuk promosi ikan hias dsla menarik importir luar negeri. 
Botia merupakan penghuni asli dan endemik perairan sungai di sumatera dan kalimantan.  Secara kimiawi kualias air yang sesuai untuk hidupnya adalah agak asam sampai netral (pH 6,5-7,0) bersuhu antara 22-28°C,  serta air lunak, kekerasan antara 3-8°dH.
Perairan hulu yang jernih dengan dasar batu-batuan serta berarus kedalaman sekitar 2 m. Merupakan tempat botia dewasa tinggal.  Anak-anaknya hidup didaerah yang berarus lemah,  dasar lumpur dan keruh dengan kedaleman 5-10 m.  Karena senang sembunyi di lubang-lubang/balik batu/sela-sela ranting kering maka nelayan biasanya memasang bubu untuk menangkapnya.  Apalagi ikan ini hidupnya senang berkelompok makin mudah untuk menangkap dalam jumlah banyak.  Saat musim harga ikan botia cukup murah ukuran 1(satu) inci hanya beberapa ratus rupiah saja tiap ekornya ditempat penangkapan.  Akan tetapi bila musim sudah lewat harganya akan melonjak tinggi dapat mencapai lebih dari sepuluh ribu bila sampai ke konsumen. 


PASAR EKSPOR

Ekspor  merupakan pasar paling banyak menyerap hasil ikan botia ini. Pasarnya adalah Eropa, Jepang,  Hongkong,  China dan Amerika.  Singapura termasuk pasar paling besar karena mereka menampung dalam jumlah besar dan reekspor kenegara lain. 
Menurut para eksportir satu perusahaan ikan hias yang besar mampu menjual ikan ini hampir satu juta ekor pertahunnya.  Padahal eksportir ikan hias  yang tercatat di BPEN (Badan Pengembangan Ekspor  Nasional) ada lebih dari 30 perusahan yang berarti pertahunnya secara kasar ada hampir 30 juta ekor ikan botia dijual ke luar negeri.  Jumlah yang cukup banyak dan jumlah ini selalu meningkat dari tahun ke tahun.  Apabila ini terjadi terus menerus ditambah perusakan lingkungan sungai yang terus menerus makin berat,  tak ayal lagi sumber botia akan habis.

Penangkapan besar-besaran akan terus terjadi seiring dengan bertambahnya permintaan pasar, apalagi ikan ini adalah ikan yang termasuk sensitif, artinya mudah mati bila penanganan kurang baik. Dalam penampungan yang biasanya dilakukan oleh para pengepul serta agen besar, botia ini ditampung dalam bak atau akuarium kepadatan yang tinggi dan berdesakan. Stres terjadi akibat kecapaian dalam pengangkutan, serta berada dalam lingkungan yang baru dan sempit. Ikan ini bila stres dari kulitnya akan mengeluarkan lendir yang makin lama makin pekat, dan tentunya bila masuk ke air pemeliharaan akan mengganggu pernapasannya. Menjadi sangat beresiko, dan karena kondisi ini kematian cukup tinggi bisa lebih dari 40%, malah kadang bisa mati total. Yang terjual dari jumlah yang tertangkap kurang dari 50%, yang berarti setiap tahun berjuta ekor botia diambil dari alamnya dan mati sia-sia karena yang mati jelas tidak laku dijual.


PENGEMBANGAN BIAKAN DI TEMPAT BUDIDAYA

Untuk mempertahankan keberadaan botia agar ekspor terus dapat dilakukan dan lestari di alamnya adalah dengan cara mengembang biakkannya ditempat budidaya. Sayangnya walaupun ikan ini sudah diekspor dan ditangkap serta dipelihara sejak tahun 1984, tetapi para peternak belum ada yang mengembangbiakkan / memijahkannya. Tidak seperti ikan mas koki, koi, cupang atau ikan lain yang sudah banyak dipelihara dan dibudidayakan oleh para peternak.
Bukannya tidak ada perternak yang mau, sudah banyak yang mencoba tetapi sangat susah dan banyak gagal. Banyak faktor yang menjadikan usaha para peternak ini mengalami kegagalan yaitu :

  • Pertama. Ikan botia amat sensitif, untuk memelihara terutama induknya membutuhkan biaya yang cukup besar. Kematian dalam jumlah yang banyak amat sering terjadi. Kelalaian yang sedikit saja dalam pemeliharaan membuat ikan ini dapat mati. sehingga butuh perawatan yang prima. Apalagi untuk memelihara induk agar mau matang goanad (mengandung telur) mebutuhkan waktu yang cukup lama, tidak kurang dari satu tahun.
  • Kedua. Botia pertumbuhannya amat lama sehingga untuk membuat ikan menjadi besar membutuhkan waktu yang lama, orang menjadi tidak sabar. Untuk menjadi induk dari ukuran kecil membutuhkan waktu paling cepat 4-5 tahun.
  • Ketiga. Induk betina tidak mau kawin atau memijah dengan sendirinya didalam tempat pemeliharaan walaupun jantan dan betina dicampurkan. Teknologi kawin rangsang dengan bantuan hormone seperti yang dilakukan terhadap ikan patin dan diterapkan pada botia memerlukan ketelitian lebih, sehingga banyak yang gagal.

KEBERHASILAN PEMIJAHAN BOTIA OLEH LEMBAGA RISET

Untunglah Lembaga Riset dari Depertemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mulai tahun 2004 sudah berhasil memijahkan ikan ini. Untuk dapat berhasil Lembaga ini yaitu Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar, milik DKP yang berkedudukan di Depok Jawa Barat ini membutuhkan waktu hampir 11 tahun. keberhasilan ini juga atas kerjasama dan bantuan tenaga ahli dan peralatan dari Institute de Recherche pour le Developpement (IRD), Perancis.

Teknologi yang diterapkan mulai dari adaptasi dan penanganan induk dari alam, cara membuatnya mau bertelur dalam tempat pemeliharaan, teknik pemijahan, menetaskan telur, memelihara larva harus sangat teliti. Sayangnya teknologi ini membutuhkan dana yang juga tidak sedikit dan harus berkesinambungan, terutama dalam pemeliharaan induknya. Namun demikian dengan keberhasilan botia ini sudah memberikan harapan baik. 

Walaupun saat ini tingkat kesulitan masih banyak ditemukan, tetapi di masa mendatang diharapkan dari anak-anak ikan yang sudah adaptif dengan lingkungan budidaya kesulitan ini akan menurun. sosialisasi teknologi harus terus dilakukan agar peternak mau membuat benih didalam lingkungan budidaya.

Apabila dihitung secara ekonomi tentu saja menternakkan biayanya akan lebih mahal dibandingkan dengan tingkat kegagalan menangkapinya dari perairan. Apalagi saat musim anak botia muncul, penampakan yang mudah memungkinkan penangkapan dalam jumlah yang banyak. Namin seperti yang dialami daerah Jambi dan Sumatera Selatan saat ini hasil penangkapan botia sudah jauh menurun akibat rusaknya lingkungan perairan dan tentunya juga penangkapan yang berlebihan. Kebanyakan pedagang sekarang mengambil botia dari daerah kalimantan yang masih dapat memenuhi jumlah yang diinginkan. Namun yang juga terus menurun kualitasnya bukan tidak mungkiin botia dari sana pun habis.

Sudah waktunya untuk memproduksinya dilingkungan agar ekspor ikan ini terus dapat berjalan dengan baik. Harapan untuk memproduksi botia dengan biaya yang ekonomis tentu sangat diharapkan dan ini tugas para peneliti untuk melanjutkan penelitiannya sampai kesana. Dengan demikian akan didapatkan ekspor yang tetap tinggi serta pelestarian botia sebagai sumber daya ikan cantik ini tidak akan punah. 


sumber:d'fishes


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: BOTIA Si "belang" Cantik Untuk Akuarium
Ditulis oleh PUFAN PATIN CILANGKAP
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.pufanpatincilangkap.com/2016/08/botia-si-belang-cantik-untuk-akuarium.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Copyright @ JUAL BIBIT IKAN PATIN BERKUALITAS.